Rabu, 23 Oktober 2019

MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Perkembangan dan pertumbuhan anak merupakan hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami selaku calon pendidik. Banyak para pendidik yang belum memahami perkembangan - perkembangan anak. Sehingga masih ada pendidik yang menerapkan sistem pembelajaran tanpa melihat perkembangan anak didiknya. Hal ini akan berakibat adanya ketidakseimbangan antara system pembelajaran dengan perkembangan anak yang akan menyulitkan anak didik mengikuti system pembelajaran yang ada. Dengan mengetahui proses, faktor dan konsep perkembangan anak didik kita akan mudah mengetahui system pembelajaran yang efektif, efisien, terarah dan sesuai dengan perkembangan anak didik. Untuk mengembangkan potensi anak didik dan menciptakan generasi - generasi masa depan yang berkualitas, maka diperlukan adanya pemahaman tentang perkembangan dan pertumbuhan anak didik. Dengan demikian, sebagai pendidik kita diharuskan mengetahui dan memahami perkembangan dan pertumbuhan peserta didik. B. Rumusan Masalah
1.     Apa perbedaan pengertian perkembangan dan pertumbuhan ?
2.     Apakah bukti bahwa anak sebagai totalitas ?
3.     Mengapa perkembangan disebut sebagai proses holistic ?
4.     Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan anak ?
5.     Apakah perbedaan kontinuitas dan diskontinuitas dalam perkembangan ?
6.     Apa perbedaan perkembangan biologis dan perceptual anak ?
7.     Apa perbedaan faktor hereditas dan faktor lingkungan dalam perkembangan
anak ?
1.     Bagaimana penerapan faktor perkembangan dalam pembelajaran ?
C. Tujuan Tujuan penulis membuat makalah ini, agar para pendidik mengerti dan memahami proses, faktor dan konsep perkembangan anak, agar nantinya para pendidik mengetahui langkah apa yang harus dilakukan untuk menerapkan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan anak. ISI
BAB 1
HAKIKAT PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
A. Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia hidup tidaklah secara permanen, melainkan terus berubah - ubah. Mulai dari pembuahan, menjadi janin, bayi, lahir, dewasa, dan akhirnya mati. Saat bayi lahir, belum memiliki kemampuan apapun kecuali menangis. Dengan cara berinteraksi secara terus - menerus dengan lingkungan sekitar, bayi akan lebih menyempurnakan diri, hingga bayi tersebut mengalami perubahan fisik sampai menjadi lebih seimbang. Seiring berjalannya waktu, bayi tersebut terus mengalami perubahan. Perilaku dan keterampilannya juga semakin berkembang. Bayi tersebut mulai bisa melakukan hal - hal tertentu, seperti membalikan badan, duduk, merangkak, berdiri dan akhirnya bisa berjalan dan berlari. Namun, perubahan yang dialami oleh setiap individu tidak selamanya dikatakan sebagai perkembangan. Perubahan dalam arti perkembangan mempunyai maksud dan arti yang berbeda - beda, antara lain :
1.     Perubahan yang berakar pada unsur biologis. Perubahan ini bukan merupakan perkembangan, melainkan diartikan sebagai hasil dari usaha seseorang dalam mencapai keinginannya. Misal, seseorang yang terbiasa bernyanyi dan mengolah vokal akan lebih mahir dibandingkan orang yang tidak terbiasa mengolah vokalnya. ( Bjorklund & Bjorkund, 1992 ).
Namun, pengalaman belajar yang diperoleh seseorang juga bisa mempengaruhi proses perkembangan.
1.     Perkembangan meliputi perubahan struktur maupun fungsi ( fisik maupun psikis ). ( Bjorklund & Bjorkund, 1992; Abin Syamsuddin Makmun,1996 ).
Perubahan struktur umumnya merujuk kepada perubahan fisik atau wujud jasadnya, baik ukuran maupun bentuknya. Perubahan fungsi mengacu kepada perubahan psikis atau mental serta aktivitas yang ditimbulkan akibat dari perubahan fisik tersebut.
1.     Perubahan bersifat terpola, teratur, terorganisasi dan dapat diprediksi atau dapat diperkirakan, bahkan juga dapat diketahui. Misal, pada usia sekitar 11 - 12 bulan anak sudah bisa berjalan. (Bjorklund & Bjorkund, 1992; Santrock & Yussen, 1992 ).
2.     Perkembangan bersifat unik. Santrock & Yussen ( 1992:7 ) menyatakan " Each of us develops in certain ways like all other individuals, like some other individuals, and like no other individuals ". Yang artinya, masing - masing kita berkembang dalam cara - cara tertentu, seperti semua individu yang lain, seperti beberapa individu yang lain, dan seperti tidak ada individu yang lain. Selain kesamaan - kesamaan umum dalam pola - pola perkembangan yang dialami oleh setiap individu, variasi individual dalam perkembangan anak juga bisa terjadi karena suatu proses perubahan yang kompleks, dan melibatkan unsur - unsur yang saling terpengaruh satu sama lain. (Bjorklund & Bjorkund, 1992; Santrock & Yussen, 1992 ).
3.     Perubahan terjadi secara bertahap dalam suatu proses yang berkelanjutan dan dalam jangka waktu yang relatif lama.
4.     Perubahan berlangsung sepanjang hayat. Perubahan ini juga tidak hanya meliputi proses pertumbuhan, pematangan dan penyempurnaan. Tetapi juga meliputi proses penurunan dan perusakan.
Dari beberapa penjelasan tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa perkembangan merupakan perubahan individu baik fisik maupun psikis yang berlangsung sepanjang hayat dan terjadi secara teratur dan terpola. Sedangkan pertumbuhan merupakan perubahan yang terbatas pada pola fisik yang dialami oleh individu. Perkembangan tidak hanya mencakup evolusi, tetapi juga mencakup involusi atau penurunan dan perusakan ke arah kematian. Sedangkan pertumbuhan terbatas pada perubahan yang bersifat evolusi atau perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju. B. Anak Sebagai Suatu Totalitas Sebagai subjek studi psikologi perkembangan, konsep anak sebagai totalitas mempunyai arti bahwa terdapat keterkaitan antara aspek fisik dan psikis yang terdapat dalam dirinya dan secara terintegrasi saling terjalin dan memberi dukungan fungsional satu sama lain. Sebagai contoh, anak yang sedang sakit bisa tidak berselera makan; anak yang sedang ketakutan bisa kesulitan untuk tidur; anak yang sedang semangat dan aktif melakukan sesuatu akan menjadi aktif pula mentalnya. Segala aktivitas yang melibatkan fisik anak selalu mempengaruhi psikis anak, begitu juga sebaliknya. Perbedaan antara anak dan orang dewasa tidaklah terbatas pada fisiknya, melainkan secara keseluruhan. Sebagai contoh, pertumbuhan anak lebih pesat dibandingkan orang dewasa. Anak cenderung lebih bersifat egosentrik ( sifat yang berpusat / berstandar pada diri sendiri ), sedangkan orang dewasa lebih bersikap sosial dan empatik ( menempatkan dirinya pada posisi orang lain dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain ). Daya pikir anak juga masih terbatas pada hal - hal yang konkrit, sedangkan orang dewasa sudah mampu berfikir secara abstrak dan universal. C. Perkembangan Sebagai Proses Holistik Seluruh Aspek Perkembangan Perkembangan merupakan suatu proses yang melibatkan keseluruhan aspek yang saling keterkaitan satu dengan yang lain. Proses perkembangan individu dikelompokkan menjadi tiga, yaitu proses biologis, kognitif dan psikososial.
1.     Proses biologis, mencakup perubahan - perubahan fisik individu yang bersifat alami, bukan karena kecelakaan, sakit atau peristiwa - peristiwa lainnya. Misal, pertumbuhan otak, sistem syaraf, hormone, keterampilan motorik, perkembangan seksual, perubahan penglihatan dan lain sebagainya.
2.     Proses kognitif, melibatkan perubahan - perubahan kemampuan berfikir, berbahasa dan cara memperoleh pengetahuan dari lingkungan. Perkembangan kognitif dan pengalaman belajar sangat berkaitan dan saling mempengaruhi. Perkembangan kognitif anak akan menfasilitasi dan membatasi kemampuan belajar anak, begitu juga sebaliknya.
Namun, dengan keterkaitan tersebut, ada perbedaan diantara keduanya. Perkembangan kognitif mengacu pada perubahan - perubahan kemampuan berfikir, dan berbahasa serta terjadi dalam waktu yang relatif lama. Sedangkan kemampuan belajar lebih cenderung mengacu pada perubahan - perubahan dari hasil pengalaman atau peristiwa yang lebih khusus, serta terjadi dalam waktu yang relatif singkat.
1.     Proses psikososial, melibatkan perubahan - perubahan dalam aspek perasaan, emosi dan kepribadian individu, perkembangan identitas diri, pola hubungan dengan anggota keluarga, teman, guru dan yang lainnya.
Proses pertumbuhan biologis, kognitif dan psikososial saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, anak yang mengalami gangguan pada otaknya, akan mengalami keterlambatan dalam berfikir, yang kemudian bisa mempengaruhi perkembangan psikososialnya. D. Kematangan dan Pengalaman dalam Perkembangan Anak Kematangan merupakan fase perubahan yang dialami oleh individu karena pengaruh genetic dan berlangsung secara bertahab. Pengalaman merupakan peristiwa - peristiwa yang dialami oleh individu dalam kehidupannya sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya. Para ahli berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh genetik atau warisan biologis. Para ahli lain mengatakan bahwa pengalaman lingkunganlah yang paling berperan dalam perkembangan anak. Ada pula ahli yang mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak adalah faktor genetik dan faktor lingkungan pergaulan. Sebagai contoh, kecerdasan seseorang bisa merupakan warisan yang diturunkan dari orang tuanya, bisa pula karena diperoleh dari lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang. E. Kontinuitas dan Diskontinuitas dalam Perkembangan Banyak para ahli yang memperdebatkan masalah perkembangan merupakan kontinuitas atau diskontinuitas. Para ahli yang berpandangan pada unsur kematangan, menganggap bahwa perkembangan itu diskontinuitas atau tidak berkesinambungan. . Proses perkembangan individu terjadi dalam tahap - tahap yang berbeda, perubahan - perubahannya relatife tiba - tiba dan terjadi perubahan atau peralihan secara tajam dari tahap yang satu ke tahap perkembangan selanjutnya. Para ahli yang mendukung pandangan diskontinuitas beranggapan bahwa perkembangan dipengaruhi oleh faktor - faktor internal biologis. Sedangkan para ahli yang menekankan pada pengalaman ( lingkugan ) berpendapat bahwa perkembangan itu terjadi secara berkesinambungan ( kontinuitas ) dari masa konsepsi dampai akhir hayat. Dalam proses perkembangan yang kontinuitas, terjadi perbaikan, penambahan dan atau penurunan sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan. Emde dan Harmon ( Vasta, Haith & Miller, 1992 ) mengatakan bahwa persoalan kontinuitas dan diskontinuitas melibatkan dua komponen.
1.     Pola - Pola Perkembangan
Para ahli kontinuitas beranggapan bahwa perkembangan itu terjadi secara halus dan stabil melalui penambahan dan atau peningkatan yang bertahap dalam hal abilitas ( kemampuan, kepandaian, kecakapan ), keterampilan dan atau pengetahuan baru pada suatu langkah yang relatif sama. Sedangkan ahli diskontinuitas beranggapan bahwa perkembangan terjadi pada periode - periode kecepatan yang berbeda, antara yang sedikit perubahannya dengan yang tajam dan cepat perubahannya.
1.     Keterkaitan Perkembangan
Para ahli kontinuitas berpendapat bahwa perkembangan - perkembangan yang terjadi saling berkaitan. Perilaku - perilaku awal akan berpengaruh dan membentuk perilaku - perilaku selanjutnya. Sebaliknya, para ahli diskontinuitas berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi muncul secara independent ( berdiri sendiri ) dari yang sebelumnya dan tidak dapat diprediksi dari perilaku - perilaku sebelumnya.
BAB 2
PERKEMBANGAN BIOLOGIS
DAN
PERSEPTUAL ANAK
Seperti yang sudah dibahas pada bab sebelumnya, bahwa anak sebagai totalitas dan unsur biologis turut serta mempengaruhi perkembagan anak. Unsur biologis dan perseptual merupakan aspek yang cukup penting untuk diperhatikan dalam perkembangan anak. Karena aspek tersebut mempengaruhi perkembangan perilaku dan mental yang ada dalam diri anak. Perkembangan biologis menekankan pada perkembangan fisiknya yang dipengaruhi oleh faktor hereditas atau faktor keturunan. Sedangkan perceptual anak menekankan pada aspek luar ( lingkungan ) yang merupakan hasil rangsangan alat indra. Seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, dan perasaan ( sentuhan ). A. Faktor Hereditas dan Lingkungan dalam Perkembangan Anak. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk - makhluk lainnya. Manusia memiliki potensi untuk berkembang dan meningkatkan kehidupannya baik secara fisik maupun psikis. Ada dua faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan individu.
1.     Faktor hereditas yang bersifat alamiah dan diwariskan oleh orang tua. Pada faktor hereditas terdapat gen yang merupakan sifat bawaan yang nantinya akan ditularkan oleh satu generasi ke generasi berikutnya.
Pertama gen - gen dominant-resesif, yakni apabila gen dari suatu pasangan bersifat dominant dan yang satu bersifat resesif, maka yang dominant itulah yang nantinya akan tertanam dalam diri individu tersebut. Kedua pewarisan poligenik. Sebenarnya, dalam satu sel terdapat banyak gen yang akhirnya menghasilkan karakteristik yang berbeda - beda. Karena beberapa karakteristik psikologi merupakan hasil dari pasangan - pasangan tunggal, sedangkan kebanyakan ditentukan oleh interaksi dari banyak gen yang berbeda.
1.     Faktor lingkungan sebagai kondisi atau pengalaman - pengalaman interaksional yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan.
Misal, di dalam keluarga, setiap anak mempunyai karakter dan pengalaman yang berbeda - beda. Tergantung dari perlakuan orang tua kepada setiap anak - anaknya, dan pergaulan dari masing - masing anak. Hal ini menandakan bahwa faktor lingkungan juga turut mempengaruhi perkembangan individu. B. Perkembangan Fisik dan Perseptual Anak Sekolah Dasar Masa usia sekolah merupakan masa dimana anak mulai memasuki dunia pendidikan formal, yakni sekolah. Sekolah Dasar merupakan pendidikan formal pertama yang berfungsi sebagai pembuka jalan bagi anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuan anak serta memudahkan mereka dalam meraih mimpi yang mereka harapkan untuk masa depannya nanti. Serta sebagai jembatan pertama untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Usia anak sekolah dasar berkisar antara 6 - 12 tahun.
1.     Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik pada anak memiliki karakteristik yang berbeda baik sebelum maupun sesudah anak-anak. Perkembangan fisik pada anak usia sekolah dasar perlu dipelajari dan dipahami oleh setiap guru, karena dipercaya bahwa segala aktivitas-aktivitas belajar dan aktivitas-aktivitas yang menyangkut mentalnya serta pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh kondisi dan pertumbuhan fisik Anak - anak dan orang dewasa mempunyai banyak perbedaan, baik dari segi fisik maupun psikisnya. Dilihat dari segi fisik misalnya berat badan, tinggi badan, proporsi dan bentuk tubuh. Sedangkan dari segi psikisnya misal, sifat, tingkah laku dan pola pikir.
1.     Perseptual Anak
Sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas bahwa perceptual anak menekankan pada aspek luar ( lingkungan ) sebagai hasil dari rangsangan alat indra. Semua keadaan dan peristiwa - peristiwa yang ada di lingkungan ditangkap oleh alat - alat indra yang kemudian disalurkan ke otak melalui syaraf sensorik, sehingga segala informasi yang ada di lingkungan dapat diterima dan diketahui oleh alat - alat indra ( penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa/sentuhan ). Tanpa alat indra, otak kita akan terasa asing dengan keadaan lingkungan yang ada disekitar. C. Penerapan Faktor Perkembangan dalam Pembelajaran Perkembangan fisik anak terus berlangsung pada masa usia sekolah dasar, meskipun tidak sepesat pada masa usia dini. Begitu pula dengan penajaman dan penghalusan perkembangan perceptual anak. Penyelenggaraan pembelajaran yang "hidup" dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan fisik anak sangatlah dibutuhkan untuk memfungsikan unsure - unsure fisik dan atau aspek - aspek perseptualnya. Cara pembelajaran yang diharapkan antara lain : bersifat langsung, tersusun secara fleksibel, tidak monoton dan verbalistik, memperhatikan perbedaan individu, menyajikan aktivitas yang bervariasi seperti eksperimen, praktek, observasi secara langsung, permainan dan sejenisnya, serta menggunakan berbagai media dan sumber belajar. Cara ini tidak hanya akan memunculkan kegemaran dalam belajar, tetapi juga memberikan hal - hal yang positif, aspek kognisi dan kreativitas, fisik-perseptual, dan sosial.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah : 1. Perbedaan perkembangan dan pertumbuhan Perkembangan merupakan perubahan individu baik fisik maupun psikisnya dan berlangsung sepanjang hayat, perubahan - perubahannya tidak hanya bersifat evolusi, tetapi juga bersifat involusi ( penurunan dan perusakan menuju kematian ) Pertumbuhan merupakan perubahan individu yang terbatas pada perubahan fisiknya dan berlangsung sampai pada masa tertentu, perubahan - perubahannya bersifat evolusi ( menuju ke arah yang lebih sempurna ).
1.     Anak sebagai suatu totalitas, maksudnya bahwa anak sebagai suatu kesatuan dari seluruh aspek yang ada dalam dirinya. Keseluruhan aspek yang ada dalam diri anak saling berkaitan. Secara keseluruhan anak berbeda dengan orang dewasa.
1.     Perkembangan sebagai proses holistic, maksudnya perkembangan tidak hanya terjadi pada aspek tertentu, melainkan secara keseluruhan ( holistic ).
Ada tiga proses perkembangan yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu proses biologis, kognitif dan psikososial.
1.     Faktor kematangan dan faktor pengalaman merupakan hal yang utama dalam mempengaruhi perkembangan anak.
Kedua faktor tersebut sangat penting untuk dipelajari dan dipahami untuk mengetahui proses perkembangan anak. Misal, seorang anak yang mengalami keterlambatan dalam berjalan, harus diketahui terlebih dahulu faktor - faktor yang mempengaruhinya, apakah faktor kematangan (genetik) atau faktor pengalaman (lingkungan). Apabila sudah diketahui faktor penyebabnya, maka kita akan mudah mencari solusinya.
1.     Perkembangan anak merupakan proses yang kontinuitas ( berkesinambungan ) dan diskontinuitas ( tidak berkesinambungan ).
1.     Perbedaan perkembangan biologis dan perceptual anak.
Perkembangan biologis menekankan pada perkembangan fisik yang dipengaruhi oleh faktor hereditas ( keturunan ). Sedangkan perceptual anak menekankan pada aspek luar ( lingkungan ) yang merupakan hasil rangsangan alat indra.
1.     Perbedaan faktor hereditas dan faktor lingkungan dalam perkembangan anak teretak pada sebab dan akibat yang disebabkan oleh kedua faktor tersebut.
1.     Cara pembelajaran yang efektif yang diterapkan dalam sekolah akan berjalan lancar apabila didiringi dengan selalu memperhatikan perkembagan anak.
B. Saran Karena belum sempurnanya makalah ini, penulis menyarankan agar para pembaca mencari sumber - sumber lain untuk menyempurnakan makalah ini.



MAKALAH FISIKA MODERN

MAKALAH FISIKA MODERN
Kata Pengantar
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat, Taufiq dan Inayah-Nya, sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu. Salawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SWA, pembawa kabar gembira dan peringatan, pembawa pelita penerang, penghulu para Nabi dan keturunan Adam.
Makalah ini merupakan tugas kelompok dalam rangka melengkapi tugas dalam mata kuliah Fisika Modern adapun judul dari makalah ini yaitu “Radiasi Benda Hitam dan Efek Compton”. Yang teridi dari poin-poin atau sub-sub pokok bahasan yaitu, defisini radiasi benda hitam, pendapat para ahli mengenai radiasi benda hitam, definisi efek Compton, dan pembuktian efek Compton.
Ucapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah, Ummu Kalsum,S.Pd., M.Si., atas ilmu dan bimbingannya penulis menyadari bahwa makalah ini masih bersifat sederhanaisi, susunan kalimat dan tata bahasanya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan memberi manfaat kepada semua pihak, khususnya bagi mahasiswa dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan fisika modern.

Majene, 15 September 2019



    Penulis





Daftar Isi
Kata Pengantar i
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………………...ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan 2
D. Manfaat 2
BAB II PEMBAHASAN 3
A. Definisi Radiasi Benda Hitam 3
B. Penjelasan Radiasi Benda Hitam Menurut Wien, Max Planck dan Ragleight-Jeans 4
1. Penjelasan Radiasi Benda Hitam menurut Hukum Pergeseran Wien 4
2. Penjelasan Radiasi Benda Hitam menurut Teori Rayleigh-Jeans 6
3. Penjelasan Radiasi Benda Hitam menurut Teori Planck 7
C. Definisi Efek Compton 10
D. Pembuktian Efek Compton 11
BAB IV PENUTUP 15
A. Kesimpulan 15
B. Saran 15
DAFTAR PUSTAKA 16
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fisika adalah satu rumpun ilmu sains yang mempelajari alam semesta yang mendasari Perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam serta digunakan sebagai dasar bagi ilmu – ilmu yang lain. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena dan gejala-gejala alam, fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam (Dudi Indrajit,2009 : 4).
Terdapat beberapa jenis fenomena dan gejala-gejala alam yang terkait dalam rumpun fisika, misalnya gejala kuantum. Teori kuantum sangat penting dalam ilmu pengetahuan karena pada prinsipnya teori ini dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat kimia dan fisika suatu zat. Dalam teori kuantum dimulai dengan fenomena radiasi benda hitam dan kemudian terdapat efek compton yang terjadi akibat adanya radiasi (Jasruddin Daud Malago, 2005 : 81).
Radiasi benda hitam merupakan salah satu teka-teki besar fisika yang menjadi pemicu terjadinya revolusi dalam bidang fisika. Radiasi benda hitam dapat dipahami dengan mudah ketika benda tersebut menyerap dan menahan cahaya kemudian memancarkan radiasi ke sekitarnya sehigga seseorang dapat merasakan melalui suhu ataupun perubahan ke warna-warna tertentu. Dikatakan benda hitam apabila ia dapat memancarkan atau menyerap energi dengan sempurna. Penelitian tentang radiasi benda hitam melibatkan banyak sekali ilmuwan, diantanya : hukum pergeseran wien, hukum reyleigh jeans, dan teori max planck.
Adapun efek compton merupakan eksperimen yang memberikan bukti paling nyata tentang keberadaan sifat partikel dari radiasi. Dimana efek compton akan memberikan gambaran sifat gelombang untuk materi.
Berdasarkan uraian diatas ditemukan bahwa baik radiasi benda hitam maupun efek compton semuanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan sering diamati bahkan sebagian dari peristiwa-peristiwanya telah kita aplikasikan tanpa disadari. Dengan begitu untuk memahami lebih lanjut mengenai radiasi benda hitam dan efek compton  maka akan dijelaskan pada bagian pembahasan makalah ini.

Rumusan Masalah
Adapaun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
Apa defenisi dari radiasi benda hitam ?
Bagaimana penjelasan radiasi benda hitam menurut Wien, Max Planck dan Rayleigh-Jeans ?
Apa defenisi dari efek compton ?
Bagaimana pembuktian rumus efek compton ?

Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah
Untuk mengetahui apa defisini dari radiasi benda hitam.
Untuk mengetahui dan memahami penjelasan radiasi benda hitam menurut Wien, Max Planck dan Rayleigh-Jeans.
Untuk mengetahui apa definisi dari efek Compton.
Untuk mengetahui dan memahami pembuktian rumus efek Compton.

Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat memberi sumbangan teoretis terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan Fisika Modern. Serta dapat menjadi referensi untuk semua pihak terkhusus bagi kalangan mahasiswa maupun pengajar.
BAB II
 PEMBAHASAN
Definisi Radiasi Benda Hitam
Dalam teori kuantum dimulai dengan fenomena radiasi benda hitam. Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Sedangkan benda hitam adalah  obyek yang menyerap seluruh radiasi elektromagnetik yang jatuh kepadanya. Dengan kata lain, tidak ada radiasi yang dipantulkan keluar dari benda hitam.
Apabila suatu benda dipanaskan maka akan tampak mengeluarkan radiasi (misalnya ditandai dengan terpancarnya cahaya yang berwarn-warni. Berbicara radiasi benda hitam, berarti akan membahas tentang benda yang mempunyai karakteristik penyerap sempurna terhadap radiasi yang mengenainya. Secara praktis dapat diilustrasikan benda hitam sebagai sebuah kotak dengan lubang kecil sedemikian hingaa sembarang radiasi yang masuk benda hitam melalui lubang kecil, akan terpantul-pantul diantara dinding bagian dalam benda hitam dan tidak ada kemungkinan lolos keluar (karakteristik penyerap sempurna) lewat lubang tersebut seperti terlihat pada gambar 1.1 (Jasruddin Daud Malago, 2005 : 83-84).

Gambar 1.1 ilustrasi benda hitam

Dengan begitu radiasi benda hitam dapat diartikan sebuah radiasi elektromagnetik termal yang terjadi di dalam atau di sekitar benda dalam keadaan kesetimbangan termodinamika dengan lingkungannya atau saat ada proses pelepasan dari benda hitam tersebut atau dengan kata lain karakteristik penyerap sempurna terhadap radiasi yang mengenainya.

Penjelasan Radiasi Benda Hitam Menurut Wien, Max Planck dan Ragleight-Jeans
Penjelasan Radiasi Benda Hitam menurut Hukum Pergeseran Wien
Wien pada tahun 1894, dengan gagasannya yang masih bersifat umum, menunjukkan bahwa rapat energi haruslah dalam bentuk pesamaan  matematis seperti berikut :

… 1.1

                                          U ((,T) =

Dimana f adalah fungsi yang masih umum. Dalam bentuk fungsi frekuensi, dapat dituliskan menjadi :

… 1.2


                                         U (f,T) = u ((,T)((=  u ((,T)

Selanjutnya, wien menyelidiki mengenai spektrum radiasi benda hitam, sehingga wien dapat menarik kesimpulan jika dipanaskan terus, benda hitam akan memancarkan radiasi kalor yang puncak spektrumnya memberikan warna-warna tertentu. Warna spektrum bergantung  pada panjang gelombangnya, dan panjang gelombang ini akan bergeser sesuai suhu benda. Jika suatu benda dipanaskan maka benda akan memancarkan radiasi kalor,  pada suhu rendah radiasi gelombang elektromagnet yang dipancarkan intensitasnya rendah, pada suhu yang lebih tinggi dipancarkan sinar inframerah walaupun tidak terlihat tetapi dapat kita rasakan panasnya, pada suhu lebih tinggi lagi benda mulai berpijar merah ( ± 1000oC ), dan berwarna kuning keputih- putihan pada suhu (± 2000o C). Wien merumuskan bahwa panjang gelombang pada puncak spektrum (λmaks) berbanding terbalik dengan suhu mutlak benda, sesuai persamaan :

… 1.3

Dengan:
        : panjang gelombang pada energi pancar maksimum
  : suhu dalam Kelvin
  : tetepan pergeseran Wien 2,898 x 10-3 m. K

Hukum perpindahan Wien ini menjelaskan tentang bagaimana spektrum radiasi benda-benda hitam pada suhu berapapun berkolerasi dengan spektrum pada suhu yang lainnya. Jadi, apabila mengetahui bentuk spektrum pada suatu suhu, maka bentuk spektrum pada suhu yang lainnya dapat dihitung juga. Intensitas dari spektrum dapat dinyatakan sebagai fungsi panjang gelombang ataupun fungsi frekuensi. Sebuah akibat dari hukum perpindahan Wien adalah panjang gelombang ketika instensitas per satuan panjang gelombang dari radiasi yang dihasilkan benda hitam ketika maksimum.
Contoh soal
1. Jika radiasi matahari pada intensitasmaksimum adalah warna kuning dengan panjang gelombang 510 nm maka suhu permukaan matahari adalah (tetapan pergeseran Wien adalah  )
Jawab :
Diketahui :
  = 510 nm = 510 x
 b        =
Ditanyakan : T =…?
Penyelesaian :
         
=
  =
    

Penjelasan Radiasi Benda Hitam menurut Teori Rayleigh-Jeans
Pada tahun 1900 Reyleigh dan Jeans mengembangkan teori dari hukum pergeseran Wien yang berlaku untuk panjang gelombang yang lebih panjang. Teori Rayleigh-Jeans cocok dengan spektrum radiasi benda hitam untuk  panjang gelombang yang panjang, dan menyimpang untuk panjang gelombang yang pendek.
 Dari hasil percobaan tentang benda hitam,didapat kurva seperti berikut.

Gambar 1.2 Kurva Radiasi Benda Hitam
Pada kurva di atas tampak suatu kurva dari garis hitam yang merupakan tafsiran Rayleigh-Jeans terhadap suatu radiasi elektromagnetik oleh suatu bendahitam. Rayleigh-Jeans menerapkan hukum hukum fisika klasik dalam menganalisis pancaran/radiasi oleh suatu benda hitam, yang menganggap bahwa pancaran atau serapan tersebut merupakan suatu spektrum yang kontinu. Hasil analisis tersebut menghasilkan suatu kurva dengan garis hitam pada gambar 1.2 .Jika ditinjau kurva Rayleigh-Jeans tersebut, tampak bahwa semakin pendek panjang gelombang, maka intensitas radiasi juga akan semakin besar. Hal ini disebut dengan bencana ultraviolet (Ultraviolet catastrophe).
Dengan begitu Reyleight-Jeans menurunkan suatu persamaan sebagai berikut :

… 1.4

Dengan :
kecepatan cahaya
 1,38 x  erg/derajat
Dengan begitu dapat dipertegas lagi bahwa hukum Wien berlaku untuk frekuensi tinggi, sedangkan rumus Rayleigh cocok untuk frekuensi rendah (Jasruddin Daud Malogo, 2005 : 86-87).

Penjelasan Radiasi Benda Hitam menurut Teori Planck
Pada tahun 1900, Max Plank secara cerdas menemukan rumus dengan cara interpolasi (fitting) antara rumus Wein dan Rayleigh-Jeans. Rumus yang berlaku untuk distibusi spektrum :

… 1.4

Dengan h adalah tetapan Planck (parameter) yang besarnya  erg det. Verifikasi untuk frekuensi rendah , maka akan diperoleh hukum Rayleigh-Jeans. Meskipun maka rumus Planck diatas cocok dengan data eksperimen, namun diperoleh dari interpolasi rumus klasik Wien dan Rayleigh. Pencapaian penting oleh Planck yang sekaligus menjembatani antara klasik dan kuantum adalah gagasan Planck untuk kuantisasi energi (Jasruddin Daud Malogo, 2005 : 87-88).
Max Planck mengemukakan bahwa sebuah atom yang bergetar hanya dapat menyerap atau memancarkan energi kembali dalam bentuk buntelan-buntelan atau energi (yang disebut kuanta). Jika energi kuanta berbanding lurus dengan frekuensi radiasi, maka bila frekuensinya meningkat, energinya akan turut pula menjadi besar ; tetapi karena tidak satupun gelombang yang dapat memiliki energi melebihi kT, maka tidak ada gelombang berdiri yang energi kuantumnya lebih besar daripada kT. Itu secara efektif membatasi intensitas radiant frekuensi-tinggi (Panjang gelombang pendek), dan dengan demikian memecahkan persoalan bencana ultraviolet (Kenneth S. Krane, 2014 : 94-95).
Karena ua bulan setelah diperolehnya rumus Planck tersebut dan berkaitan dengan fenomena panas jenis bahan, maka Planck mengajukan gagasan yang spektakuler bahwa atom-atom di dalam dinding rongga benda hitam memacanrkan energi dalam bentuk kuantum. Dengan begitu energi medan elektromagentik terkuantisasi menurut persamaannya :

… 1.5

Dengan
E = energi radiasi (joule)
N = bilangan kuantum (n = 1,2,3,…)
h = konstanta Planck = 6,626 x  J.s
f = frekuensi radiasi (Hz)
𝜆 = panjang gelombang radiasi (m)
n = jumlah foton, jadi energi cahaya adalah terkuantisasi (Jasruddin Daud   Maloga, 2005 : 86-88)

Gambar 1.3 Kurva Max Palnck
Menurut Planck, berdasarkan kurva hubungan antara panjang gelombang dengan intensitas radiasi yang ditunjukkan oleh garis yang berwarna hitam. Dari kurva tersebut dapat disimpulkan bahwa panjang gelombang/frekuensi tidak mempengaruhi intensitas radiasi. Akan tetapi sangat berpengaruh terhadap energi radiasi. Puncak kurva merupakan intensitas maksimum yang dapat dicapai oleh suatu radiasi, di mana intesitas ini bergantung pada temperatur/suhu benda hitam tersebut, dan tidak bergantung pada panjang gelombang radiasi. Temuan dari Max Planck ini dalam mengatasi kelemahan fisika klasik merupakan suatu sifat mendasar gelombang elektromagnetik yang membuka jalan menju cara baru, yang tidak terduga sebelumnya, dalam melihat alam fisika sekaligus sebagai tonggak lahirnya fisika modern (Kenneth S. Krane, 2014 : 96).
Contoh Soal :
1. Energi radiasi yang dipancarkan sinar gamma sebesar  108 eV dengan tetapan plack 6,6 x  Js dan kecepatan sinar cahaya (c) = 3 x 108 m/s, berapa panjang gelombang sinar gamma jika dinyatakan dalam satuan Angstrom?
Jawab :
Diketahui :
E = 108 eV = 108 x (1,6 x ) joule = 1,6 x joule
h = 6,6 x  Js
c = 3 x 108 m/s
1 elektron volt = 1 eV = 1,6 x  joule
Ditanyakan: λ = …?
Penyelesaian :
λ = hc / E
λ = (6,6 x )( 3 x 108) / (1,6 x )
λ = 12,375 x  meter =
Jadi panjang gelombangdari radiasi pancaran sinar gamma adalah 12,375 x  meter.

 Definisi Efek Compton
Cara lain radiasi berinteraksi dengan atom adalah memalui efek Compton. Efek Compton ditemukan oleh Authur Holly Compton pada tahun 1923. Efek Compton merupakan salah satu eksperimen yang memberikan bukti paling nyata tentang keberadaan sifat partikel dari radiasi. Dimana radiasi dihamburkan oleh elektron hamper bebas yang terkait lemah pada atomnya. Sebagian energi radiasi diberikan kepada elektron, sehingga terlepas dari atom ; energi yang sisa diradiasikan kembali sebagai radiasi elektromagnetik. Menurut gambaran gelombang, energi radiasi yang dipancarkan itu lebih kecil daripada energi radiasi yang datang (selisihnya berubah menjadi energi kinetik elektron). Hal ini menyebabkan foton yang terhambur akan memiliki frekuensi yang lebih kecil atau panjang gelombang yang lebih besar daripada foton yang datang.
Proses hamburan ini dianalisis sebagai suatu interaksi (“tumbukan” dalam pengertian partikel secara klasik) antara sebuah foton dan sebuah elektron, yang dianggap diam. Gambar 1.4 memperlihatkan peristiwa tumbukan ini. Pada keadaan awal, foton memiliki energi E yang diberikan oleh.

… 1.6

Dengan
h = konstanta Planck = 6,626 x 10-34 J.s
c = laju cahaya
 = Panjang gelombang

          Gambar 1.4 Geometri Hubungan Compton
Dan momentumnya adalah

… 1.7

Dengan begitu, efek Compton adalah peristiwa hamburan yang timbul jika radiasi (sinar x) berinteraksi dengan partikel (elektron). Analisa efek Compton dapat diamati pada peristiwa tumbukan foton dengan elektron (Kenneth S. Krane, 2014 : 104).

Pembuktian Efek Compton
Untuk membuktikan bahwa panjang gelombang cahaya itu akan semakin lebih besar setelah terjadi “tumbukan” adalah sebagai berikut :
Foton sebelum menumbuk elektron memiliki energi sebesar E = hv = hf  begitu juga dengan electron memiliki energi diam sebesar . Namun pada saat foton menumbuk elektron maka energi dari foton akan berubah sebesar , begitu juga dengan electron yang tertumbuk oleh foto akan memiliki energy  setelah tertumbuk oleh foton sebesar  .
Berdasarkan hukum kekekalan momentum/energi yaitu

 =      - moc2
=
Kuadratkan kedua ruas
= (                         )2
=
–            =
 = –             ……………………….. (1)
Besarnya momentum electron yang terpental bisa dicari dengan menggunakan aturan cosinus pada sebuah segitiga.

Kedua ruas kita kalikan dengan c2

Dari persamaan 1 ()

 –           =


Dengan menjabarkan  (hf’-hf+ moc2)2 kita akan dapatkan

.      =
.
. =
. ( =
Kedua ruas kita kalikan dengan 1/2 hf f ‘ moc2

=  ((1 – cos
Ө
    (1 – cos Ө)

    (1 – cos
Ө)

  Karena   =
  Maka :
   - =   (1 – cos
Ө)

… 1.8

 λ’ –λ = 
 (1  – (1- cos Ө) 

 Catatan : besaran = 0,002426 nm
Contoh Soal :
Sinar X dengan panjang gelombang 0,2400 nm dihamburkan secara Compton dan berkas hamburnya diamati pada suhu 60,0 relatif terhadap arah berkas datang. Carilah panajng gelombang sinar X ham
bur!
Jawab :
Diketahui :
 = 0,2400 nm
 = 60,0
Ditanyakan :  …?
Penyelesaian :
 dapat dicari secara langsung dari persamaan (1.8) :

             nm)(1- cos 60
            = 0,2412 nm
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Radiasi benda hitam dapat diartikan sebuah radiasi elektromagnetik termal yang terjadi di dalam atau di sekitar benda dalam yang karakteristiknya penyerap sempurna terhadap radiasi yang mengenainya.
Penelitian tentang radiasi benda hitam melibatkan banyak sekali ilmuwan, diantanya : hukum pergeseran Wien (1894), hukum Rayleigh-Jeans (1900), dan teori Max Planck (1900).
Efek Compton adalah peristiwa hamburan yang timbul jika radiasi (sinar x) berinteraksi dengan partikel (elektron). Analisa efek Compton dapat diamati pada peristiwa tumbukan foton dengan elektron.
Efek Compton juga memiliki persamaan yang diselesaikan menggunakan persamaan energi foton dan hu kum kekekalan momentum.
Saran
Adapun saran yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca adalah agar makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi pembaca terkhususnya dalam bidang fisika mengenai fisika modern. Selain itu, agar lebih mudah memahami materi yang penulis sampaikan diharapkan kepada pembaca Perlu adanya suatu percobaan agar materi dari konsep radiasi benda hitam dan efek compton dapat di mengerti dengan optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Indrajit, Dudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Fisika. Jakarta : Setia Purna Invers, PT.
Malago, Jasruddin Daud. 2005. Pengantar Fisika Modern. Makassar : Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

MAKALAH BAHASA INDONESIA

MAKALAH

( Hakikat Bahasa Indonesia )





Di Susun Oleh :
Nursiah_H0417334





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
2019




BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. selain sebagai alat komunikasi juga sebagai lambang identitas suatu bangsa. Bahsa di Negara kita yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sangatlah penting penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat komunikasi antar warga yang satu dengan yang lain. bahasa Indonesia juga merupakan bahasa nasional Indonesia yang mana setiap warga wajib mengetahuinya dan bahasa Indonesia juga merupakan bahasa persatuan Negara kita. Oleh karena hal itu, sebelumnya kita harus mengetahui hakikat bahasa terlebih dahulu.


Maka, dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai apa hakikat bahasa itu, dan semoga pembaca dapat menjadi tahu akan hakikat bahasa itu selain sebagai alat komunikasi, dan sebagai symbol nasionalisme bangsa Indonesia.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian bahasa ?
2. Apakah pengertian hakikat bahasa itu?
3. Apa ciri hakikat bahasa ?

BAB II. PEMBAHASAN

A. Pengertian Bahasa
Dalam beberapa abad, para linguistik dan psikolog telah berusaha mendefinisikan istilah bahasa verbal. Diantara definisi-definisi tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Bahasa adalah suatu sistem komunikasi menggunakan bunyi yang diucapkan melalui organ-organ ujaran dan didengar di antara anggota-anggota masyarakat, serta menggunakan pemrosesan simbol-simbol vokal dengan makna konvensional secara arbitrer. ( Pei dalam Brown,1987:4).
  2. Bahasa adalah seperangkat sistem simbol linguistik yang digunakan di dalam suatu kebiasaan yang sama oleh sejumlah orang yang memungkinkan orang berkomnikasi dan dapat di mengerti antara satu dengan yang lainnya. ( Random House Dictionary of the English Language, dalam Brown, 1987:4).
  3. Bahasa adalah sebuah sistem simbol vokal yang arbitrer dan digunakan untuk komunikasi manusia (Wardhaugh dalam Brown, 1987:4)
Ada berbagai macam cara manusia berbahasa yang sering dilakukan oleh partisipan komunikasi, yaitu ada 6 bahasa :
  1. Bahasa diam yaitu cara berkomunikasi di mana lawan bicara menanggapi dengan cara diam.
  2. Bahasa tanda yaitu komunikasi dengan menggunakan tanda-tanda. Bahasa ini banyak digunakan oleh para polisi lalu lintas. Contohnya seperti rambu-rambu lalu lintas.
  3. Bahasa kode yaitu cara berkomunikasi dengan menggunakan isyarat. Contohnya: dalam bangsa indonesia , dengan menganggukkan kepala berarti setuju, dan menggelengkan kepala berarti tidak setuju. Bahasa ini sering digunakan dalam kegiatan kepramukaan seperti berkomunikasi menggunakan isyarat- isyarat lewat semaphore.
  4. Bahasa kontak yaitu cara berkomunikasi dengan cara menyinggungkan anggota tubuh dengan lawan bicara. Contohnya ketika seseorang sedang berbela sungkawa karena ditinggal mati oleh anggota keluarganya , seorang pelayat menepuk-nepuk bahu orang yang sedang berbela sungkawa supaya tabah dan sabar. Seorang nenek sedang membelai-belai rambut cucunya pertanda mencurahkan kasih sayangnya.dan seorang atlit memenangkan kejuaraan , biasanya akan dipeluk erat-erat oleh rekan atau pelatihnya, artinya bangga dan mengucapka selamat.
  5. Bahasa simbol yaitu bahasa yang disimbolkan. Lawan komunikasi dapat memhami dengan mengamati simbol yang digunakan oleh komunikator. Contohnya  pemakaian cincin di jari manis tangan kiri , untuk memberi tahu orang lain bahwa dia telah bertunangan , sedangkan cincin dipakai di jari manis tangan kanan berarti telah dinikahkan. Bedanya bahasa simbol dengan bahasa tanda yaitu dalam bahasa tanda biasanya dilambangkan dengan huruf-huruf atau lukisan-lukigsan, sedangkan bahasa simbol diwujudkan dengan barang. Misalnya pada kegiatan cinta alam, bila di tengah jalan diberi ranting da daun secara menghadang bukan menbujur berarti tidak boleh meneruskan jalan tersebut.
  6. Bahasa verbal yaitu komunikasi antar partisipan dengan cara menggunakan organ-organ atau lambang-lambang verbal. Apabila menggunakan organ mengacu pada bahasa lisan, sedangkan apabila menggunakan bahasa verbal berarti mengacu kepada bahasa tulis. Misalnya bahasa verbal lisan digunakan oleh beberapa orang yang sedang berdiskusi, wawancara,simposium,berbincang-bincang santai, pidato, dan sebagainya. Bahasa verbal tulisan digunakan oleh penulis buku,novel,cerpen,dan sebagainya.


B. Hakikat Bahasa
Menurut teori struktural , bahasa dapat didefinisikan sebagai suatu sistem tanda arbiter yang konvensional. Berkaitan dengan ciri sistem , bahasa bersifat sistematik dan sistemik. Bahasa bersifat sistematik karena mengikuti ketentuan – ketentuan atau kaidah yang teratur. Bahasa juga bersifat sistemik karena bahasa itu sendiri merupakan suatu sistem atau subsistem – subsistem. Misalnya , subsistem fonologi , subsistem  morfologi ,subsistem sintaksis , subsistem semantik, dan subsistem leksikon.
Bahasa adalah alat yang sitematis untuk menyampaikan gagasan atau perasaan dengan memakai tanda-tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami.
Hakikat bahasa menurut hari murti krida laksana dalam kamus linguistik edisi ketiga adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.
Menurut H. Douglas Brown dalam bukunya henry Guntur tarigan “pengajaran pragmatik” menyebutkan hakikat bahasa sebagai suatu sistem yang sistematis juga untuk sistem generative, seperangkat lambang-lambang atau simbol-simbol arbitrer.
Menurut Abdul chair dan leonie agustine menyebutkan hakikat bahasa dalam buku “pragmatic : perkenalan awal” yaitu sebuah system, artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.
Disamping itu, menurut A.S.Hornby (1996) dalam oxford advanced Learne’s dictionary, menyatakan bahasa adalah system bunyi dan kata yang digunakan manusia untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya.
Berdasarkan definisi bahasa dari krida laksana dan dari beberapa pakar lain, maka dapat disebutkan ciri-ciri atau sifat yang hakiki dari suatu bahasa, ciri dan sifat itu  antara lain sebagai berikut:

1. Bahasa sebagai sistem.
Maksudnya bahwa bahasa tersebut terdiri dari unsur-unsur atau komponen teratur dan menurut pola tertentu.
Contohnya:
Saya = sistematis dan memiliki makna
Yasa = tidak sistematis dan tidak memiliki makna.
Aasy = tidak sistematis dan tidak memiliki makna.

2. Bahasa sebagai lambang.
Lambang-lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk, yang berupa satuan-satuan bahasa seperti kata atau gabungan kata.
Contohnya:
Bendera merah putih
Merah = berani
Putih = suci

3. Bahasa adalah bunyi.
System bahasa itu berupa lambang yang diwujudkan berupa bunyi. yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa atau termasuk lambang bahasa adalah bunyi yang bukan dihasilkan alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa.
Contohnya:
Bunyi teriakan, bersin, batuk, dan lain sebagainya.

3. Bahasa itu bermakna
Bahasa itu adalah system lambang. Oleh karena itu lambang-lambang itu mengacu pada suatu konsep, idea tau pikiran. Maka, dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.
Contohnya:
Kuda = berkaki empat, binatang peliharaan, sebagai alat transportasi.

4. Bahasa itu arbitrer
Arbitrer adalah sembarang, sewenang-wenang, mana suka, berubah-ubah. Maksudnya adalah tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut. Misalnya kita tidak bisa menjelaskan hubungan antara lambang bunyi (air) dengan benda yang dilambangkan yaitu benda air yang dipakai.
Contohnya:
Kuda yang disebut oleh orang.

5. Bahasa itu konvensional.
Hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkan bersifat arbitrer tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional.
Contohnya:
Semua masyarakat jawa menyebut pesawat dengan sebutan kapal terbang.

6. Bahasa itu bersifat produktif.
Maksudnya adalah walaupun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan yang berlaku pada bahasa itu.
Contohnya:
Galau, alay, lebay.

7. Bahasa itu unik.
Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimilki oleh orang lain. artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas tertentu yang tidak dimiliki bahasa lain.
Contohnya:
Bahasa banjar berbeda dengan bahasa jawa.

8. Bahasa itu universal.
Artinya ada cirri yang sama dimiliki oleh setiap bahasa di dunia. Karena bahasa itu berupa ujaran, maka cirri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vocal dan konsonan.
Contohnya:
I love you dengan Aishiteru.

9. Bahasa itu dinamis.
Karena keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupan bermasyarakat kegiatan itu tidak tetap dan selalu berubah , menjadi tidak tetap, menjadi tidak statis. Karena itulah bahasa itu disebut dinamis.
Contohnya:
Download dan upload berubah menjadi unduh dan unggah.

10. Bahasa itu bervariasi.
Anggota suatu masyarakat beraneka ragam, ada yang berpendidikan, ada juga yang tidak, ada yang berprofesi sebagai dokter, petani, nelayan,dan sebagainya. Oleh karena latar belakang lingkungan yang tidak sama maka, bahasa yang mereka gunakan bervariasi atau beragam.
Contohnya:
Pedagang sate Madura dengan pedagang sate banjar menyebutkan kata satenya berbeda. Pedagang maduar ( te satte ) sedangkan pedagang banjar ( sate ).

11. Bahasa itu manusiawi.
Maksudnya adalah bahwa alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik manusia dan hanya digunakan oleh manusia.
Contohnya:
Hanya di miliki oleh manusia.

BAB IIIPENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa Bahasa adalah suatu sistem komunikasi menggunakan bunyi yang diucapkan melalui organ-organ ujaran dan didengar di antara anggota-anggota masyarakat, serta menggunakan pemrosesan simbol-simbol vokal dengan makna konvensional secara arbitrer. ( Pei dalam Brown,1987:4).
Hakikat bahasa antara lain:
  1. Bahasa sebagai system.
  2. Bahasa sebagai lambang.
  3. Bahasa sebagai bunyi
  4. Bahasa itu bermakna
  5. Bahasa itu arbitrer
  6. Bahasa itu konvensional
  7. Bahasa itu nik
  8. Bahasa itu universal
  9. Bahasa itu dinamis
  10. Bahasa itu bervariasi
  11. Bahasa itu manusiawi


B. Saran
  1. Pemberian materi tentang hakikat bahasa lebih terperinci lagi.
  2. Diharapkan dosen dapat mengenalkan berbagai pendapat tentang hakikat bahasa ini dan yang lainnya secara jelas karena kami sebagai mahasiswa baru ini belum banyak yang mengenal apa yang dimaksud hakikat bahasa yang sebenarnya.
  3. Perlunya pelatihan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  4. Perlu dikembangkan pembelajaran yang inovatif,kreatif,dan menyenangkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD agar siswa lebih memahami materi serta penggunaan bahasa yang baik dan benar.