MAKALAH
(ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Atmosfer adalah lapisan gas yg melingkupi atau menyelimuti sebuah planet termasuk bumi, mulai dari permukaan planet tersebut sampai jauh diluar angkasa. Di bumi, atmosfer berada diketinggian 0 km diatas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi.
Atmosfer mempunyai manfaat umum yakni sebagai lapisan pelindung yg melindungi bumi dan seluruh isinya. Selain itu, atmosfer memiliki banyak manfaat lain, yaitu: melindungi bumi dari paparan radiasi sinar ultraviolet dengan lapisan ozon, melindungi bumi dari benda-benda luar angkasa yg jatuh akibat gaya gravitasi bumi, sebagai media cuaca, mengatur proses penerimaan panas matahari dan lain-lain.
Atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan yg tersusun secara berlapis satu diatas yg lainnya. Setiap lapisan tersebut memiliki fungsi dan ciri-ciri yang berbeda, serta dinamai menurut fenomena yg terjadi di masing-masing lapisan tersebut.
Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa banyak hal yang penting untuk diketahui tentang atmosfer bumi dan sangat menarik untuk dipelajari agar kita lebih menghargai atmosfer bumi beserta peranannya bagi kehidupan. Oleh karena itu makalah ini dibuat dengan judul “ATMOSFER”.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari atmosfer?
2. Bagaimana klasifikasi atmosfer?
3. Apa itu ramalan cuaca?
4. Apa itu fenomena alam El-nino dan La-nina?
5. Apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca?
6. Apa iklim di Indonesia?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa itu atmosfer.
2. Untuk mengetahui klasifikasi atmosfer.
3. Untuk mengetahui apa itu ramalan cahaya.
4. Untuk mengetahui apa itu fenomena alam El-nino dan La-nina.
5. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca.
6. Untuk mengetahui iklim di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Atmosfer
Atmosfer terdiri dari kata “Atmos”
yang berarti Uap dan “Sphaira” yang berarti Bola. Jadi, atmosfer adalah lapisan
gas yang menyelimuti bulatan bumi. Atau dengan kata lain, atmosfer bumi adalah
lapisan udara yang mengelilingi atau menyelimuti bumi yang bersama-sama dengan
bumi melakukan rotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Atmosfer tersusun
atas berbagai macam gas. Gas-gas tersebut adalah Nitrogen (78%), Oksigen (21%),
Argon (0,9%), Karbondioksida (0,03%), Uap air, Krypton, Xinon, Hidrogen, Kalium
dan Ozon.
B.
Klasifikasi
Atmosfer
Berdasarkan perbedaan temperatur
antar lapisan, atmosfer dapat diklasifikasikan menjadi beberapa lapisan, yaitu:
a.
Troposfer
Lapisan
Troposfer merupakan lapisan yang terdekat dengan bumi. Troposfer merupakan daerah
tempat perubahan-perubahan besar terjadi seperti suhu, tekanan dan kadar uap
air. Walaupun sebagian besar perubahan atmosfer relatif terjadi di dekat bumi,
troposfer merentang tinggi sampai ketinggian sekitar 0-12 km. Troposfer
mengandung 75% gas dan juga mengandung debu, es dan cairan. Beberapa proses dan
perubahan seperti asap, awan, serta perubahan cuaca dan iklim juga terjadi
dilapisan ini.
Troposfer
memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda dengan lapisan lain di atmosfer.
Beberapa ciri dan karakteristik troposfer antara lain:
Ø Berada
di wilayah makhluk hidup permukaan bumi.
Ø Merupakan
lapisan dimana semua perubahan alam terjadi seperti suhu, cuaca, iklim, dan
kelembaban.
Ø Memiliki
perubahan suhu yang stabil pada setiap kenaikan 100 m, yaitu menurun sebesar
0,5-0,6
.
Troposfer
kemudian dibagi lagi menjadi 4 lapisan, yaitu:
1. Lapisan
udara dasar
Tebal
lapisan udara ini antara 1-2 meter di atas permukaan bumi. Keadaan di dalam
lapisan udara ini disesuaikan dengan keadaan fisik bumi, seperti jenis tanaman,
ketinggian dari permukaan laut, dan lain-lain. Keadaan udara dalam lapisan ini
disebut sebagai iklim mikro yang mempengaruhi kehidupan tanaman dan juga jasad
hidup di dalam tanah.
2. Lapisan
udara bawah
Lapisan
udara ini dinamakan juga lapisan batasan planiter (planetaire grenslag,
planetary boundary layer), ketebalan lapisan ini antara 1-2 km. Berbagai
perubahan suhu udara dan iklim terjadi di lapisan ini.
3. Lapisan
udara adveksi (gerakan mendatar)
Lapisan
ini disebut juga lapisan udara konveksi atau lapisan awan. Ketebalan lapisan
ini antara 2-8 km. Di dalam lapisan udara ini gerakan mendatar lebih besar
daripada gerakan tegak. Hawa panas dan dingin yang beradu di lapisan ini
mengakibatkan kondisi suhu yang berubah-ubah.
4. Lapisan
udara tropopouse
Lapisan
ini merupakan wilayah di antara troposfer dan stratosfer. Letaknya sekitar 8-12
km di atas permukaan laut. Pada lapisan ini terdapat derajat panas yang paling
rendah, yakni antara -46
sampai -80
pada musim panas dan antara -57
sampai -83
pada musim dingin. Suhu yang sangat rendah
pada tropopause inilah yang menyebabkan uap air tidak dapat menembus ke lapisan
atmosfer yang lebih tinggi, karena uap air segera mengalami kondensasi sebelum
mencapai tropopouse dan kemudian jatuh kembali ke bumi dalam bentuk cair
(hujan) dan padat (salju/hujan es).
b.
Stratosfer
Lapisan
stratosfer terletak tepat di atas troposfer. Jarak lapisan ini dari permukaan
bumi sekitar 12-60 km. Pada zona ini, udara bergerak cepat dan dapat mencapai
kecepatan 400 km/jam. Di wilayah kutub sendiri stratosfer berjarak mulai dari 8
km dari permukaan Bumi, berbeda dengan wilayah ekuator. Lapisan ozon yang
berperan penting dalam melindungi kehidupan di muka Bumi dan radiasi sinar
ultraviolet terdapat pada lapisan ini.
Seperti
lapisan troposfer, lapisan stratosfer juga memiliki ciri dan karakteristik
sendiri yang berbeda. Beberapa ciri dan karakteristik lapisan stratosfer antara
lain:
Ø Tidak
terdapat uap air, awan, ataupun debu-debu atmosfer.
Ø Dapat
menyerap radiasi yang dipancarkan oleh sinar ultraviolet.
Ø Terdapat
lapisan ozon di lapisan ini.
Ø Terdapat
stratifikasi suhu.
Selain
lapisan ozon, di dalam stratosfer sendiri terdapat lapisan-lapisan lain yang terbagi
menjadi 3, yaitu:
1. Lapisan
isotermis
Lapisan
isotermis adalah lapisan yang terletak paling bawah di lapisan stratosfer.
Cakupan rentang isotermis ini berada dari lapisan paling bawah stratosfer
hingga mencapai jarak 20 km. Pada lapisan isotermis ini suhu udara atau
temperatur yang bersifat stabil sehingga dapat dikatakan dari lapisan paling
bawah stratosfer hingga ketinggian mencapai 20 km mempunyai suhu udara atau
temperatur yang tetap.
2. Lapisan
panas
Lapisan
panas ini merupakan lapisan yang berada di atas lapisan isotermis. Pada lapisan
ini terjadi peningkatan suhu atau temperatur hingga ketinggian mencapai sekitar
45 km. Faktor penyebab kenaikan suhu pada lapisan ini adalah karena lapisan
ozon yang menyerap sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh Matahari sehingga
lapisan ini merupakan berkumpulnya panas dari hasil penyerapan sinar
ultraviolet.
Uap
air, awan, maupun debu-debu atmosfer, tidak kita temukan lagi pada lapisan ini.
Pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jet umumnya terbang pada lapisan ini
sebagi jalur lintasannya. Alasan mengapa pesawat-pesawat tersebut diterbangkan
pada lapisan ini karena menghindari adanya perubahan cuaca, karena perubahan
cuaca sudah tidak kita temui pada lapisan ini.
3. Lapisan
campuran teratas
Sesuai
dengan namanya, lapisan campuran teratas terletak paling atas pada stratosfer.
Karena letaknya yang paling atas, maka lapisan ini letaknya paling dekat dengan
lapisan atmosfer yang berada di atas lapisan stratosfer, yakni lapisan
mesosfer. Pada lapisan campuran teratas ini akan dapat kita temui lapisan
stratopause, yakni batas pertemuan antara lapisan stratosfer dengan lapisan
mesosfer.
c.
Mesosfer
Lapisan
mesosfer merupakan lapisan atmosfer ketiga dari permukaan bumi yang terletak
tepat di atas stratosfer. Lapisan ini memiliki rentang ketinggian antara 60-80
km dari prmukaan bumi, yang berarti ketebalannya sekitar 30-40 km. Sesuai
dengan namanya, mesos memiliki arti pertengahan dalam bahasa Yunani kuno.
Mesosfer ini merupakan lapisan yang melindung bumi dari meteor serta benda-benda
langit lainnya. Di dalam lapisan mesosfer inilah benda-benda langit yang jatuh
tersebut akan dilelehkan atau diluapkan sebagai akibat dari tubrukan yang
terjadi antara partikel gas yang terdapat di dalamnya. Peristiwa gesekan dari
meteor atau benda-benda langit pada lapisan mesosfer, jika dilihat dari
permukaan bumi akan menyajikan penampakan visual yang disebut dengan bintang
berekor atau bintang jatuh.
Mesosfer
mempunyai karakteristik atau ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan
lapisan-lapisan lainnya. Beberapa ciri atau karakteristik dari mesosfer antara
lain:
Ø Mempunyai
kisaran suhu antara -50 hingga -70
.
Ø Memiliki
sebuah lapisan yang dinamakan lapisan menopause yang terletak diantara lapisan
mesosfer dan lapisan termosfer.
Ø Semakin
ke atas maka suhu akan semakin rendah.
Selain
memiliki fungsi utama sebagai perisai dari hantaman meteor dan benda langit
lainnya, lapisan atmosfer juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai penghantar
dari gelombang elektromagnetik. Lapisan mesosfer memiliki fungsi vital ini
karena di dalam lapisannya terdapat beberapa atom yang terionisasi sehingga
dapat memantulkan gelombang elektromagnetik yang sangat berguna bagi manusia.
Karena kemampuan memancarkan gelombang elektromagnetik inilah lapisan ini
seringkali disebut dengan bagian unsur-unsur geosfer.
d.
Termosfer
Lapisan
termosfer terletak di atas mesopouse, berada di urutan nomor empat dari bawah
atau urutan nomor dua dari atas. Nama termosfer berakar dari bahasa Yunani kuno
yaitu “termos” yang berarti panas. Ketinggian lapisan ini adalah berkisar atara
85-800 km dari permukaan bumi. Sifat panas pada lapisan ini karena terbukanya
termosfer dari radiasi luar angkasa dan matahari. Suhu udara di lapisan ini
meningkat seiring dengan ketinggiannya. Diperkirakan suhu pada lapisan ini
dapat mencapai kisaran 1500-2000 K.
Lapisan
termosfer memiliki ciri khusus atau karakteristik antara lain:
Ø Terjadi
proses ionisasi pada sebagian molekul atau atom-atom yang akhirnya memberi nama
lain dari lapisan termosfer yaitu lapisan ionosfer.
Ø Terdapat
lapisan inversi, yakni semacam kebalikan hukum fisika pada alam di mana semakin
naik maka suhunya justru semakin tinggi.
Ø Terdapat
partikel-partikel ion yang berfungsi sebagai pemantul gelombang radio.
Ø Terdapat
zona anacoustic, yaitu sebuah zona di
mana transmisi suara tidak dapat terjadi.
Seperti
lapisan lain dalam atmosfer, lapisan termosfer juga tersusun dari
lapisan-lapisan yang lebih spesifik. Lapisan-lapisan tersebut secara spesifik
dapat diidentifikasi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Lapisan
udara E
Lapisan
ini terletak di antara ketinggian 80-150 km, dengan ketinggian rata-rata 100 km
di atas permukaan air laut. Pada lapisan ini juga terjadi proses ionisasi
tertinggi. Lapisan ini dikenal juga dengan nama lapisan udara Kennely dan juga
Heaviside. Suhu di lapisan ini berkisar antara -70 hingga 50
.
Lapisan ini mempunyai sifat memantulkan gelombang radio.
2. Lapisan
udara F
Lapisan
ini lebih dikenal dengan nama lapisan udara Appleton. Ketinggian lapisan ini
antara 150-400 km.
3. Lapisan
udara atom
Dinamakan
lapisan udara atom karena pada lapisan ini tedapat benda-benda yang berbentuk
atom. Lapisan ini terletak pada ketinggian antara 400-800 km. Lapisan ini
menerima panas langsung dari matahari, sehingga pada lapisan ini suhu akan
terasa lebih panas. Diduga suhu yang ada
di lapisan ini mencapai 1200
.
Pada
termosfer ini juga terdapat lapisan yang bernama lapisan termopause. Lapisan
termopause ini merupakan lapisan tertinggi di dalam eksosfer.
e.
Eksosfer
Lapisan
eksosfer merupakan puncak dari atmosfer karena merupakan lapisan terluar.
Sebagai lapisan terluar, eksosfer ini juga dikenal sebagai lapisan
dissipasisfer atau ruang antar planet (geostasioner). Penamaan tersebut karena
pada eksosfer terdapat pengaruh gaya berat yang sangat kecil sehingga jarang
sekali terjadi benturan di udara. Nama eksosfer ini berasal dari bahasa Yunani
kuno yaitu “exo” yang berarti luar atau eksternal. Eksosfer terletak pada
ketinggian antara 800-1000 km dari permukaan Bumi.
Lapisan
eksosfer memiliki beberapa ciri khusus atau karakteristik yang membedakannya
dengan lapisan-lapisan lain, yaitu:
Ø Sebagai
lapisan terluar, eksosfer merupakan lapisan yang sangat berbahaya karena
merupakan lapisan tempat terjadinya kehancuran dari berbagai meteor dan
berbagai benda yang berasal dari luar angkasa.
Ø Merupakan
lapisan tempat terjadinya berbagai gerakan atom yang tidak beraturan.
Ø Disebut
sebagai ruang antar planet atau geostasioner.
Ø Memiliki
suhu yang sangat dingin atau suhu yang sangat rendah. Suhu pada lapisan
eksosfer berkisar pada -57
.
Ø Pada
lapisan eksosfer, debu dapat meninggalkan atmosfer bumi hingga mencapai
ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi.
Ø Memiliki
ketebalan antara 700-800 km.
Ø Pada
lapisan ini tidak ditemukan sama sekali tekanan udara. Secara matematis, tekanan
udara pada lapisan ini adalah sebesar 0 cmHg.
Sebagai
lapisan terluar dari atmosfer, eksosfer tentu memiliki fungsi vital yang
berbeda dengan lapisan lain. Fungsi vital lapisan ini adalah untuk
merefleksikan cahaya matahari di mana hasil refleksi tersebut dikenal sebagai
cahaya Matahari zodiakal.
C.
Ramalan
Cuaca
Cuaca adalah keadaan udara pada saat
tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang
singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca
bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari, atau sore hari
dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta jamnya. Keadaan
cuaca dapat kita ketahui dari prakiraan cuaca atau yang sering disebut dengan
ramalan cuaca. Ada dua jenis prakiraan cuaca yaitu:
a.
Prakiraan
Cuaca Secara Sederhana
Prakiraan
(perkiraan) cuaca atau dalam bahasa sehari-hari disebut ramalan cuaca adalah
penggunaan ilmu dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer bumi pada
saat tertentu dan di wilayah tertentu.
Bangsa Babilonia tercatat
telah melakukan prakiraan cuaca sejak 650 SM. Dua orang yang dianggap sebagai
pelopor prakiraan cuaca sebagai ilmu adalah Francis Beaufort dan Robert
Fitzroy. Saat ini prakiraan cuaca dilakukan menggunakan pemodelan (modeling) dengan bantuan komputer.
Walaupun sudah dibantu teknologi, namun keakuratan tidak dapat mencapai 100%
dan masih ada kemungkinan salah.
Pada zaman dahulu orang
membuat analisa atau membuat prakiraan cuaca tidak perlu kaidah-kaidah ilmiah,
tapi cukup dengan memperhatikan tanda-tanda alam, namun keakuratannya juga
tidak dapat mencapai 100% dan masih ada kemungkinan salah. Berikut penjelasan
tentang membuat prakiraan cuaca dengan memperhatikan tanda-tanda alam, yaitu:
a)
Memperhatikan
jenis dan pergerakan awan
Awan merupakan salah satu unsur
cuaca untuk memperkirakan ada atau tidaknya hujan atau fenomena lain.
1. Awan
Cumulonimbus
Gambar 1. Awan Cumulonimbus
Jika terlihat awan seperti
gambar di atas maka:
1) Apabila
tumbuh dipagi hari dan berkembang pada siang hari mempunyai peluang akan
terjadi cuaca buruk.
2) Apabila
terdapat gerakan awan yang berbeda-beda, misal lapisan yang satu bergerak ke
barat dan lapisan yang lain bergerak ke utara bertanda cuaca buruk akan
terjadi.
2. Awan
Cirus
Gambar 2. Awan Cirus
Apabila terdapat awan cirus
berbentuk pita panjang, bertanda dalam 36 jam mendatang akan terjadi cuaca
buruk.
3. Awan
Altocumulus
Gambar 3. Awan Altocumulus
Adanya awan altocumulus yang
seperti makarel juga berarti cuaca buruk dalam 36 jam mendatang.
4. Awan
Towering
Gambar 4. Awan Towering
Apabila terdapat jenis awan
towering menandakan akan terjadi hujan keesokan harinya bahkan 3 jam kedepan
akan terjadi hujan lebat tiba-tiba.
5. Awan
Nimbostratus
Gambar 5. Awan Nimbostratus
Jenis awan ini terlihat gelap
dan rendah, bergelantungan berat di udara, ini berarti hujan akan cepat turun.
Apabila terdapat awan menutupi sebagian langit di malam hari musim dingin
berarti udara panas/lebih hangat, karena awan mencegah radiasi panas yang akan
meurunkan suhu pada malam yang cerah.
b)
Memperhatikan
Keadaan Rumput
Jika rumput kering, ini menunjukkan
awan atau angin yang kuat, yang dapat berarti hujan. Jika ada embun, mungkin
tidak akan ada hujan hari itu.
c)
Memperhatikan
Langit Berwarna Merah
Ingat sajak “Langit merah di malam
hari kegembiraan pelaut, langit merah di pagi hari pelaut mengambil
peringatan”. Sajak ini artinya apabila langit berwarna merah di malam hari maka
tidak akan terjadi cuaca buruk, tetapi apabila langit berwarna merah di pagi
hari maka akan terjadi cuaca buruk.
d)
Memperhatikan
Pelangi di Barat
Pelangi di barat berarti kelembaban
yang cukup tinggi menandakan akan terjadi hujan. Di sisi lain, pelangi di timur
sekitar matahari terbenam berarti bahwa tidak akan terjadi hujan dan diharapkan
udara akan cerah.
e)
Pernafasan
Ambil napas dalam-dalam, kemudian
tutup mata dan hirup bau udara, apabila tanaman menghasilkan bau seperti kompos
itu artinya akan turun hujan di waktu mendatang.
f)
Hewan
1) Jika
burung terbang tinggi di langit ada kemungkinan akan cerah, tetapi jika terbang
rendah maka ada kemungkinan cuaca buruk akan terjadi.
2) Jika
burung bergerak cepat, itu artinya badai hujan akan turun untuk waktu yang
lama.
3) Apabila
kucing cenderung membersihkan belakang telinganya, itu tandanya akan terjadi
hujan.
4) Kura-kura
(Turtles) sering mencari tempat yang lebih tinggi apabila hujan lebat akan
turun. Mereka biasanya sering berada di jalan selama periode 1 sampai 2 hari
sebelum terjadinya hujan.
b.
Prakiraan
Cuaca Ahli Meteorologi
Ahli
meteorologi mampu memprediksi perubahan pola cuaca dengan menggunakan beberapa
alat yang berbeda. Mereka menggunakan alat ini untuk mengukur kondisi atmosfer
yang terjadi di masa lalu dan sekarang, dan mereka menerapkan informasi ini
untuk membuat dugaan tentang cuaca di masa depan.
Para ahli meteorologi
menggunakan banyak alat yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Kebanyakan
orang yang akrab dengan termometer, barometer dan anemometer, masing-masing
untuk mengukur suhu, tekanan udara, dan kecepatan angin. Para ahli meteorologi
juga menggunakan alat-alat lain seperti balon cuaca. Balon cuaca adalah balon
khusus yang memiliki paket cuaca yang mengukur suhu, tekanan udara, kecepatan
angin, dan arah angin di semua lapisan troposfer.
Para ahli meteorologi juga
menggunakan satelit untuk mengamati pola awan di seluruh dunia dan radar
digunakan untuk mengukur curah hujan. Semua data ini kemudian terhubung ke
super komputer yang menggunakan persamaan perkiraan numerik untuk menciptakan
model-model prediksi atmosfer.
Pemantauan
data dari semua alat-alat ini memungkinkan ahli meteorologi untuk melacak
perubahan cuaca sepanjang waktu.
D.
Fenomena
Alam El-Nino dan La-Nina
a.
Pengertian
El-Nino dan La-Nina
El-Nino adalah suatu fenomena
perubahan iklim yang secara global diakibatkan karena memanasnya suhu di
permukaan air laut Pasifik bagian timur. Terjadinya El-Nino dapat diketahui
secara kasat mata oleh orang-orang. Orang yang paling sering melihat peristiwa
El-Nino terjadi adalah para nelayan dari Peru ataupun Ekuador. Biasanya
peristiwa seperti ini akan berlangsung menjelang bulan Desember.
Sedangakan La-Nina adalah
adalah kebalikan dari El-Nino yaitu suatu kondisi dimana suhu permukaan air
laut di kawasan Timur Equador atau di lautan Pasifik mengalami penurunan.
Berbeda halnya dengan El-Nino, La-Nina ini tidak bisa dilihat secara fisik.
Selain itu terjadinya La-Nina ini periodenya tidak tetap.
b.
Proses
Terjadinya El-Nino dan La-Nina
a)
Proses
terjadinya El-Nino
Terjadinya El-Nino melalui beberapa
proses, proses tersebut antara lain:
1) Perairan
pasifik bagian tengah dan timur mengalami pemanasan suhu
Awal proses terjadinya El-Nino
adalah karena adanya peningkatan suhu yang berada di perairan Pasifik bagian
timur dan tengah. Dan hal ini akan meningkatkan suhu kelembaban pada atmosfer
yang berada di atas perairan tersebut.
2) Pembentukan
awan
Setelah terjadinya pemanasan
suhu yang berada di perairan Pasifik bagian tengah dan timur, serta menimbulkan
kelembaban di atmosfer yang ada di atasnya, maka peristiwa tersebut mendorong
terjadinya pembentukan awan dan akan meningkatkan curah hujan yang berada di
kawasan tersebut.
3) Terhambatnya
pertumbuhan awan
Setelah proses pembentukan
awan, maka di bagian barat Samudra Pasifik akan mengalami tekanan udara yang
meningkat. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan awan di atas
lautan di bagian timur Indonesia. Hal ini akan mengakibatkan di beberapa
wilayah di Indonesia mengalami penurunan curah hujan yang dikatakan jauh dari
normalnya.
Dari proses terjadinya El-Nino ini
akan menyebabkan terjadinya La-Nina. Sehingga dapat dikatakan bahwasanya
El-Nino dan La-Nina adalah peristiwa alam yang terjadi secara berturut-turut.
b)
Proses
Terjadinya La-Nina
Terjadinya La-Nina dapat dikatakan
sebagai dampak dari terjadinya El-Nino. Ada beberapa proses terjadinya La-Nina
yaitu:
1) Angin
di samudera pasifik menguat
La-Nina dikatakan sebagai
penurunan suhu di permukaan perairan Samudra Pasifik bagian timur. Pada saat
yang demikian ini ada angin pasat timur yang bertiup dan menguat di sepanjang
Samudra Pasifik.
2) Massa
air hangat terbawa ke arah Pasifik barat
Karena adanya angin kencang
yang bertiup di sepanjang Samudra Pasifik,
maka massa air hangat yang akan terbawa ke arah Pasifik barat akan lebih
banyak.
3) Terjadinya
Upwelling
Karena ada massa air hangat
yang terbawa ke Pasifik barat berjumlah lebih banyak, maka hal ini
mengakibatkan massa air dingin di Pasifik timur bergerak ke atas kemudian
menggantikan massa air hangat yang berpindah ke Pasifik barat tersebut. Kondisi
yang demikian ini disebut upwelling.
Karena adanya pergantian massa inilah maka suhu di permukaan air laut mengalami
penurunan bila dibandingkan dengan kondisi normalnya.
c.
Penyebab
Terjadinya El-Nino dan La-Nina
Berikut beberapa penyebab
terjadinya El-Nino dan La-Nina yaitu:
1. Anomali
suhu yang mencolok di perairan Samudra Pasifik.
2. Melemahnya
angin pusat (trade winds) di selatan
Pasifik yang menyebabkan pergerakan angin jauh dari normal.
3. Kenaikan
daya tampung lapisan atmosfer yang disebabkan oleh pemanasan dari perairan
panas dibawahnya. Hal ini terjadi di perairan Peru pada saat musim panas.
4. Adanya
perbedaan arus di perairan Samudra Pasifik.
d.
Dampak
Terjadinya El-Nino dan La-Nina
a)
Dampak
terjadinya El-Nino
Secara umum, dampak terjadinya
El-Nino adalah sebagai berikut:
1. Angin
pesat timur menjadi melemah.
2. Melemahnya
sirkulasi Moonson.
3. Berkurangnya
akumulasi curah hujan yang berada di wilayah Indonesia, Amerika Tengah, dan
Amerika Selatan di bagian Utara. Sehingga cuaca di daerah ini cenderung terasa
lebih dingin dan juga kering.
4. Menyebabkan
cuaca cenderung terasa hangat dan juga lembab di sepanjang daerah Pasifik
Ekuatorial Tengah dan Barat.
b)
Dampak
terjadinya La-Nina
Selain itu, terjadinya La-Nina juga
mempunyai dampak yang dapat ditimbulkan berupa berikut ini:
1. Menguatnya
angin pasat timur.
2. Menguatnya
sirkulasi Monsoon.
3. Di
wilayah Pasifik bagian timur, akumulasi curah hujan menjadi berkurang. Hal ini
akan menjadikan cuaca menjadi lebih dingin dan juga kering.
4. Terjadinya
potensi hujan yang tutrun yang terdapat di sepanjang perairan Pasifik
Ekuatorial Barat, yang meliputi Indonesia, Malaysia, dan juga bagian Utara
Australia. Hal ini menyebabkan cuaca menjadi hangat dan juga lembab.
E.
Efek
Rumah Kaca
a.
Pengertian
Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca adalah istilah
yang digunakan untuk menggambarkan bumi, seperti memiliki efek rumah kaca yang
dimana panas matahari akan terperangkap oleh atmosfer bumi. Secara umum, efek
rumah kaca dapat diartikan sebagai naiknya suhu bumi yang disebabkan oleh
adanya perubahan komposisi, yang terdapat pada atmosfer. Efek rumah kaca ini,
pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824.
b.
Proses
Terjadinya Efek Rumah Kaca
Proses terjadinya rumah kaca
dimulai dari sinar matahari yang memancarkan sinar dalam bentuk sinar
ultraviolet ke permukaan bumi. Sinar ini diterima oleh bumi dan dipantulkan
kembali ke luar angkasa dalam bentuk sinar inframerah.
Sinar matahari yang masuk ke
permukaan bumi ini akan berbentuk suhu panas, lalu sebagian dari sinar ini akan
dipantulkan kembali ke atmosfer oleh permukaan bumi. Sedangkan sebagian
sinarnya akan diserap oleh permukaan bumi dengan warna yang agak gelap karena
mengandung gas rumah kaca yang berada di atmosfer
Gas rumah kaca disini memiliki
peran sebagai benda hitam dimana jika ada cahaya datang, maka akan dipantulkan
kembali dalam bentuk panas. Semakin banyak kandungan gas ini di atmosfer, maka
semakin banyak pula panas yang dilepaskan ke bumi sehingga bumi semakin panas.
Bumi yang panas menandakan bahwa terjadi efek rumah kaca.
c.
Penyebab
Terjadinya Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca disebabkan
karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (C
)
dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas C
ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan
bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui
kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
Selain itu, efek rumah kaca
juga dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
1. Penebangan
dan pembakaran hutan
Pohon memiliki fungsi untuk mengubah
gas karbondiksida menjadi oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Tetapi manusia
lebih suka menebang dan membakarnya untuk kepentingan sendiri misalnya untuk
lahan bercocok tanam. Saat hutan dibakar pun akan menghasilkan gas rumah kaca,
yang dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca.
2. Penggunaan
bahan bakar fosil
Penggunaan bahan bakar fosil
misalnya minyak bumi dan batu bara, juga bisa menjadi salah satu penyebab
semakin tingginya efek rumah kaca. Karena peggunaan yang berlebihan akan
menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti misalnya
karbondioksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil.
3. Pencemaran
laut
Lautan dapat menyerap karbondioksida
dalam jumlah besar, yang disebabkan oleh pencemaran laut oleh limbah industri
dan sampah. Kemudian laut pun menjadi tercemar sehingga banyak ekosistem yang
di dalamnya musnah, laut pun tidak dapat menyerap karbondioksida degan baik.
4. Industri
pertanian
Pertanian yang berskala besar dan
sudah disebut dengan industri, biasanya akan menggunakan pupuk dalam jumlah
yang banyak. Pupuk yang terpakai itu akan melepaskan gas nitrous oxide ke
atmosfer yang kemudian menjadi gas rumah kaca.
5. Limbah
industri dan tambang
Jenis-jenis industri seperti
misalnya pabrik semen, pabrik pupuk dan penambangan batu bara serta minyak bumi
akan mengakibatkan produksi gas rumah kaca seperti misalnya karbondioksida.
6. Limbah
rumah tangga
Limbah rumah tangga juga bisa
menjadi penyebab terjadinya efek rumah kaca. Jika limbah tersebut dibiakan
terus menerus maka nantinya akan menghasilkan gas methana dan juga
karbondioksida yang biasanya dihasilkan oleh bakteri pengurai sampah.
7. Industri
peternakan
Contoh industri peternakan yang bisa
menimbulkan terjadinya efek rumah kaca adalah peternakan sapi. Karena di sana
banyak menghasilkan gas karbondioksida dan gas methana yang sangat besar ke
atmosfer. Gas ini dihasilkan dari kentut sapi dan kotoran sapi, yang merupakan
produksi dari bakteri pengurai dan perut sapi.
d.
Akibat
dari Efek Rumah Kaca
Terjadinya efek rumah kaca
menimbulkan beberapa akibat, antara lain:
1. Perubahan
iklim yang ekstrem
Daerah yang cenderung hangat akan
menjadi lembab, karena ada lebih banyak air yang menguap di lautan. Hal itu
disebabkan oleh uap air yang merupakan gas pada rumah kaca, sehingga
keberadaannya akan menyebabkan meningkatnya efek insulasi pada atmosfer.
Uap air yang banyak akan membentuk
awan yang lebih banyak. Awan ini akan menimbulkan pantulan sinar matahari
kembali ke luar angkasa dan hal inilah yang akan menurunkan pemanasan.
Sedangkan kelembaban yang sangat tinggi pada wilayah yang hangat dapat meningkatkan
curah hujan yang tinggi, badai menjadi semakin kering dan juga air akan lebih
cepat menguap.
2. Meningkatnya
suhu global
Proses pemanasan pada bumi ini juga
sudah sangat terasa dan bahkan sudah sangat terbukti melalui temperatur udara
maupun temperatur laut. Adanya pencairan salju dan es di berbagai tempat di
belahan dunia, kemudian naiknya permukaan laut secara global.
Adanya perubahan ini diukur oleh
para ilmuan dengan cara mengukur atmosfer, permukaan es, lautan, dan juga
gletser dan hasilnya menunjukkan bumi saat ini sudah mengalami pemanasan.
Pemanasan ini ternyata menjadi akibat dari gas rumah kaca di masa lalu.
3. Meningkatnya
permukaan air laut
Salah satu dampak yang dihasilkan
dari pemanasan global adalah meningkatnya permukaan air laut. Saat ini lapisan
es yang berada di Benua Arktik mengalami pengurangan sebanyak 2,7% per dekade.
Selain itu, temperatur global juga
mengalami peningkatan dimana kedalamannya paling sedikit adalah 300 meter saja.
Terjadinya perubahan rata-rata tingginya muka laut ini diukur pada daerah yang
memiliki lingkungan ekologi yang stabil.
Ketika lapisan atmosfer menghangat,
maka secara tidak langsung air laut juga ikut menghangat, sehingga hal ini
menghasilkan volume air laut akan semakin besar yang berdampak pada meningkatnya
ketinggian permukaan air laut.
4. Gangguan
ekologis
Saat terjadi pemanasan global, maka
bintang akan cenderung bermigrasi ke tempat yang lebih baik. Misalnya hewan
yang tinggal di daerah kutub akan bermigrasi ke atas pegunungan.
Selain itu, tumbuhan juga mengubah
arah pertumbuhannya dan mencari tempat baru yang memiliki habitat yang sama.
Sebab habitatnya saat ini menjadi lebih hangat. Namun, karena pembangunan yang
dilakukan oleh manusia justru menghalangi proses perpindahan tersebut.
Hewan-hewan yang akan berpindah dari
arah selatan ke utara terhalang oleh kota-kota dan juga lahan pertanian.
Akibatnya mereka mati di perjalanan sebelum proses berpindah selesai. Matinya
spesies ini juga bisa karena kehabisan makanan atau diburu oleh manusia karena
masuk ke pemukiman. Bahkan beberapa spesies yang bisa berpindah menuju ke kutub
pun banyak yang musnah.
5. Dampak
sosial dan politik
Terjadinya perubahan cuaca dan juga
lautan bisa mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit yang memiliki
hubungan dengan panas. Tidak hanya itu, muncul pula penyakit melalui air,
melalui vektor dan bahkan penyakit ini juga bisa menimbulkan kematian.
Temperatur udara yang panas ini juga bisa mengakibatkan para petani gagal
panen. Dari sinilah mulai muncul masalah malnutrisi dan kelaparan.
e.
Solusi
untuk Mengatasi Efek Rumah Kaca
Ada beberapa solusi yang dapat
dilakukan untuk mengatasi masalah efek rumah kaca, antara lain:
1. Mengubah
perilaku setiap orang dalam bentuk kepedulian.
2. Mengehemat
penggunaan listrik.
3. Mengurangi
penggunaan bahan bakar serta polusi dengan cara meminimalkan penggunaan
kendaraan.
4. Melakukan
gerakan go green (penanaman tanaman).
5. Mengelola
sampah dengan baik.
6. Tidak
menggunakan CFC (Chloro Floro Carbon).
F.
Iklim
di Indonesia
a.
Pengertian
Iklim
Iklim
adalah rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama.
Iklim juga didefinisikan sebagai berikut:
§ Iklim
adalah sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara
statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda
dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979).
§ Iklim
adalah konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer
di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980).
b.
Jenis-jenis
Iklim di Indonesia
Iklim yang dikenal di
Indonesia ada tiga iklim yaitu:
1.
Iklim
Musim (Iklim Muson)
Iklim muson terjadi karena pengaruh
angin musim yang bertiup berganti arah tiap-tiap setengah tahun sekali. Ada dua
macam bagian angin dari iklim musim, yaitu:
Ø Angin
Musim Barat Daya
Angin musim barat daya adalah
angin yang bertiup antara bulan Oktober sampai April yang sifatnya basah. Pada
bulan-bulan tersebut, Indonesia mengalami musim hujan.
Ø Angin
Musim Timur Laut
Angin
musim timur laut adalah angin yang bertiup antara bulan April sampai Oktober
yang sifatnya kering. Akibatnya, pada bulan-bulan tersebut Indonesia mengalami
musim kemarau.
2.
Iklim
Tropika (Iklim Panas)
Indonesia yang terletak di sekitar
garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropika atau biasa
disebut dengan iklim panas. Iklim ini berakibat banyak hujan yang disebut Hujan
Naik Tropika. Karena Indonesia memiliki suhu yang tinggi sehingga setiap tahun
Indonesia akan mengalami musim penceklik atau yang disebut dengan musim panas
berkepanjangan. Iklim tropis di Indonesia terletak antara
-231/2
LU/LS dan hampir 40% dari permukaan bumi.
Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
1) Amplitudo
suhu rata-rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 20–23
C.
Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mempunyai 30
C.
2) Amplitudo
suhu rata-rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 1–5
.
Sedangkan amplitudo hariannya lebih besar.
3) Tekanan
udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
4) Hujan
banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
3.
Iklim
Laut
Negara Indonesia adalah negara
kepulauan. Sebagian besar tanah daratan Indonesia dikelilingi oleh laut atau
samudra. Itulah sebabnya di Indonesia terdapat iklim laut. Sifat iklim ini
lembab dan banyak mendatangkan hujan. Iklim laut berada di daerah tropis dan
sub tropis dan daerah sedang.
Ø Daerah
Tropis dan Sub Tropis
Ciri iklim laut di daerah
tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40
,
adalah sebagai berikut:
1) Suhu
rata-rata tahunan rendah
2) Amplitudo
suhu harian rendah/kecil
3) Banyak
awan
4) Sering
hujan lebat disertai badai.
Ø Daerah
Sedang
Ciri-ciri iklim laut di dearah
sedang, yaitu sebagai berikut:
1) Amplitudo
suhu harian dan tahunan kecil
2) Banyak
awan
3) Banyak
hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik
4) Pergantian
antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.
c.
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Iklim di Indonesia
Faktor-faktornya dapat
diperinci sebagai berikut:
1. Faktor
Alami
a) Pada
skala global (bumi secara keseluruhan)
Kepulauan Indonesia
dikelilingi oleh dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik dan
berbatasan dengan dua benua yaitu benua Australia dan benua Asia.
b) Pada
skala regional
Kepulauan Indonesia terdiri
atas lima pulau besar dan ribuan pulau kecil, dikelilingi dan diantarai oleh
laut-laut dan selat-selat.
c) Pada
skala lokal
Gunug-gunung yang menjulang
tinggi besar pengaruhnya atas penyebaran curah hujan dan suhu. Iklim dapat
dipengaruhi oleh pegunungan. Pegunungan menerima curah hujan lebih dari daerah
dataran rendah karena suhu di atas gunung lebih rendah daripada suhu di
permukaan laut.
2. Faktor
Buatan
Faktor buatan yang dimaksud adalah
pengaruh manusia. Pengaruh manusia yang dapat mempengaruhi iklim seperti
penebangan pohon-pohon dalam skala besar. Penurunan pohon karena itu akan
meningkatkan jumlah karbon dioksida di atmosfer.
Revolusi industri juga memiliki
pengaruh yang besar pada iklim. Penemuan motor mesin akan meningkatkan
pembakaran bahan bakar fosil yang diikuti dengan meningkatnya jumlah karbon
dioksida di atmosfer. Semakin banyak jumlah karbon dioksida di atmosfer berarti
bahwa karbon dioksida tidak dapat diubah menjadi oksigen secara keseluruhan.
d.
Kerugian
dan Keuntungan Iklim di Indonesia
1. Kerugian:
Terjadinya bencana yang sering
terjadi di Indonesia akibat prubahan iklim. Contohnya: musim hujan tiada henti
mengakibatkan banjir pada perkotaan dan tanah lonsor pada lereng yang gundul.
Bila terjadi musim kemarau berkepanjangan maka terjadi kekeringan pada suatu
daerah. Yang lebih penting tentang perubahan iklim yang mengibatkan pemanasan
global dan mencairnya es di kutub yang mengakibatkan pulau-pulau kecil
tenggelam.
2. Keuntungan:
Indonesia sangat diuntungkan dengan
iklim tropisnya. Bagai permata dunia, banyak negara yang iri dengan apa yang
kita miliki. Matahari menyinari selama kurang lebih 12 jam per harinya. Ribuan
jenis flora dan fauna dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di negara
tercinta ini. Berbagai macam jenis kayu yang dapat kita manfaatkan dengan
bijak, salah satunya untuk material bangun rumah. Selain itu jenis material
lain juga sangat beragam, sehingga memudahkan kita untuk menciptakan hunian
yang nyaman, sesuai keinginan dan tentunya menarik dari segi fasadnya. Dengan
adanya sinar matahari yang cukup banyak dapat kita terima, sebenarnya dapat
kita manfaatkan secara maksimal untuk sumber pencahayaan alami dalam bangunan
sehingga kita dapat menghemat pemakaian listrik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Atmosfer
adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi.
2. Berdasarkan
perbedaan temperatur antar lapisan, atmosfer dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa lapisan yaitu: Lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan
eksosfer.
3. Ramalan
cuaca atau prakiraan cuaca adalah penggunaan ilmu dan teknologi untuk
memperkirakan keadaan atmosfer bumi pada saat tertentu dan di wilayah tertentu.
Ada dua jenis prakiraan cuaca yaitu: prakiraan cuaca secara sederhana dan
prakiraan cuaca ahli meteorologi.
4. El-Nino
adalah suatu fenomena perubahan iklim yang secara global diakibatkan karena
memanasnya suhu di permukaan air laut Pasifik bagian timur. Sedangkan, La-Nina
adalah kebalikan dari El-Nino yaitu suatu kondisi dimana suhu permukaan air
laut di kawasan Timur Equador atau di lautan Pasifik mengalami penurunan.
5. Efek
rumah kaca adalah naiknya suhu bumi yang disebabkan oleh panas matahari yang
terperangkap di atmosfer bumi.
6. Iklim
adalah rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama.
Di Indonesia ada tiga jenis iklim, yaitu: Iklim Musim (Iklim Muson), Iklim
Tropika (Iklim Panas), dan Iklim Laut.
B.
Saran
Setelah mempelajari makalah ini kita
dapat mengetahui hampir semua hal dari atmosfer bumi kita. Jadi diharapkan
dengan adanya makalah ini kita sebagai makhluk yang diciptakan dalam bentuk
manusia yang memiliki akal, dapat memposisikan diri kita dalam hal menjaga
atmosfer bumi kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar